Rolls-Royce Arcadia Droptail Meluncur, Suguhkan Taman Tropis Indonesia-Singapura

Musikpedia – Arcadia dalam mitologi Yunani Kuno dikenal sebagai Surga Dunia. Yaitu sebuah pulau yang dikenal karena memiliki keindahan alam menakjubkan dan harmoni sempurna. Inilah tema yang diangkat Rolls-Royce Motor Cars dalam menggarap masterpiece terbaru: Arcadia Droptail.

Dikutip dari rilis resmi Rolls-Royce Motor Cars sebagaimana diterima Musikpedia, Rolls-Royce Arcadia Droptail adalah pesanan khusus yang digarap komisi Rolls-Royce Coachbuild. Langsung secara handmade di Home of Rolls-Royce, Goodwood, West Sussex, Inggris.

Read More

Karya ini menjadi jajaran droptail ketiga yang dibuat tim, dengan eksplorasi berbagai desain, pahatan, dan arsitektur dari lokasi favorit klien di berbagai belahan dunia.

Rolls-Royce Arcadia Droptail dengan refleksi sky garden Singapura, Indonesia, dan Vietnam [Rolls-Royce Asia Pacific].

Khususnya kekayaan sky garden tropis modern yang ada di Singapura, Indonesia, dan Vietnam. Dipadu arsitektur Biomimetik dari Britania Raya yang mengapresiasi bentuk-bentuk organik dan keaslian material.

Mahakarya menarik ini telah diserahkan tim commissioning dalam sebuah seremoni pribadi di Singapura pengujung bulan lalu.

“Rolls-Royce Coachbuild adalah puncak ekspresi dari brand kami, sebuah konsep kemewahan yang tak tertandingi. Di departemen ini, individu-individu paling berpengaruh di dunia berkolaborasi dengan para desainer, teknisi, dan perajin kami untuk mewujudkan berbagai ide baru yang belum pernah ada,” papar Chris Brownridge, Chief Executive, Utama, Rolls-Royce Motor Cars.

“Arcadia Droptail menampilkan keberanian dalam gaya minimalis dan kesederhanaan, yang tercermin dari gaya hidup individu yang memberikan apresiasi khusus terhadap kemewahan ala Inggris. Dalam menciptakan mobil bersejarah ini, kami sekali lagi menunjukkan kemampuan kami yang tak tertandingi dalam merangkai dan mewujudkan desain Bespoke dalam level tertinggi,” tambah Anders Warming, Design Director, Rolls-Royce Motor Cars.

“Keunikan dari Rolls-Royce Arcadia Droptail terletak pada kesederhanaannya. Ini adalah cerminan dari individu yang menghargai ketelitian dan ketepatan dalam semua aspek kehidupannya – mulai dari kecintaannya terhadap hidangan mewah, ruang pribadi dan profesional yang disusun dengan cermat, hingga ketertarikannya pada desain kontemporer,” ulas Alex Innes, Head of Coachbuild Design, Rolls-Royce Motor Cars.

Rolls-Royce Arcadia Droptail dibuat berdasar pemesanan khusus yang diterima komisi Rolls-Royce Coachbuild perdana pada 2019.

Profilnya proyeksi tipe bodi roadster dengan tingkat kontemporer yang tinggi. Klien sangat tertarik dengan desain mobil kokoh dan tidak terlalu tinggi, desain kabin yang tertutup, serta garis bodi mobil dramatis.

Kemudian dimasukkan pula inspirasi bahari atau kelautan lewat kehadiran “sail cowls” Droptail. Yaitu bentuk sudut menjulang di balik pintu dan melengkung halus ke dalam, yang secara halus mengarahkan pandangan kepada penumpang mobil. Wujudnya sangat mirip layar kapal pesiar.

Catnya dibuat sedemikian cantik: pekat saat pandangan pertama, namun mengungkapkan detail yang kompleks jika diperhatikan, saat disimak di bawah sinar matahari.

Pembuatannya bodi utama dicat dengan warna putih pekat, yang dipadukan aluminium dan partikel kaca.

Selain menghasilkan kilau gemerlap ketika cahaya mengenai bodi mobil, jika diperhatikan lebih dekat, juga menciptakan ilusi kedalaman cat yang tak terbatas.

Lantas unsur kontras bisa ditemui di grille mirip sirip berlekuk, dipadu pelek alloy diameter 22 inchi hasil proses mirror-polishing.

Kemudian  di bagian buritan, Rolls-Royce Arcadia Droptail memberikan nilai lebih kepada unsur kayu. Baik tekstur, arah serat kayu, warna, dan kualitas material kayu yang digunakan sangat diperhatikan sebagai materi utama dasbor dan seisi kabin.

Rolls-Royce Arcadia Droptail dengan kompleksitas warna putih yang dicampur aluminium dan partikel kaca  [Rolls-Royce Asia Pacific].
Rolls-Royce Arcadia Droptail dengan kompleksitas warna putih yang dicampur aluminium dan partikel kaca [Rolls-Royce Asia Pacific].

Santos Straight Grain, salah satu jenis serat kayu terbaik dari semua spesies kayu yang digunakan dalam Rolls-Royce, dipilih sebagai gaya yang paling kontemporer, mengingat kekayaan teksturnya dan kompleksitas detail visual yang dihasilkan pola arah serat kayu yang unik dan saling terkait.

Karena Arcadia Droptail akan digunakan di berbagai negara, termasuk daerah tropis, perhatian khusus diberikan pada pengembangan sistem perlindungan dan proses pengujian yang memadai untuk permukaan kayu bagian buritan tadi.

Proses pengerjaan terus diulang selama 1.000 jam dari 18 sampel yang berbeda sebelum para spesialis Rolls-Royce merasa puas dengan ketahanan potongan kayu yang digunakan untuk bagian belakang atau ekor droptail. Secara keseluruhan, pemrosesan potongan kayu dan lapisan pelindung membutuhkan waktu lebih dari 8.000 jam.

Memasuki area kabin, selain aksen kayu dibuat lapisan finishing untuk interior berbahan kulit. Terdapat dua warna Bespoke, yang namanya diambil dari nama klien, dan hanya bisa digunakan secara eksklusif oleh klien.

Warna kulit utama adalah putih Bespoke, sesuai tema eksterior yang dipilih, sementara sebagai kontras dipilih cokelat Bespoke.  Warna ini dikembangkan secara khusus untuk melengkapi kayu yang telah dipilih secara sempurna.

Interiornya juga dilengkapi shawl panel indah, menggunakan veneer Santos Straight Grain dengan pori-pori terbuka yang sama seperti yang digunakan di dek belakang, dipasang dalam sudut 55 derajat secara identik, dan garis-garisnya dibentuk secara unik sehingga mengalir mulus ke arah pelapis pintu.

Para insinyur menggunakan teknik pelapisan serat karbon yang digunakan di tunggangan balap single seater Formula 1 (F1) untuk membuat alas sangat kokoh agar kayu dapat diaplikasikan, sekaligus memastikan tetap terpasang aman meskipun mobil mengalami kondisi ekstrem.

Bagian tersulit lainnya adalah haute horlogerie desain permukaan jam Rolls-Royce di area dasbor. Inilah jam paling kompleks yang pernah dibuat untuk Bespoke produk Rolls-Royce, proses perakitannya sendiri membutuhkan waktu lima bulan, diawali pengembangan lebih dari dua tahun.

Jam ini mengintegrasikan pola guilloché geometris yang sangat indah dalam logam mentah dengan 119 sisi.

Ini merupakan penghormatan simbolis terhadap warisan brand Rolls-Royce, klien pertama kali melihat pratinjau mobil pada akhir 2023, bertepatan Rolls-Royce merayakan ulang tahunnya yang ke-119.

Desain khusus dari jam ini juga menyertakan jarum jam yang sebagian dipoles dan sebagian lagi disikat langsung dengan tangan, serta 12 chaplet atau jarum jam yang masing-masing memiliki ketebalan hanya 0,1 mm.

Untuk memastikan arloji tetap mudah dibaca, para spesialis menambahkan penghubung pengisi pada setiap chaplet yang dicat dengan tangan menggunakan kamera yang memiliki kemampuan perbesaran visual hingga 100 kali.

Karya Rolls-Royce Arcadia Droptail ini diterima dengan puas oleh klien, karena selera dan identitasnya tercermin dengan jelas dan dipresentasikan kembali untuknya sendiri.

Anggota keluarga lainnya, terutama anak perempuan klien, juga terlibat dalam proses pengembangan ide sang ayah. Ketika desain final sudah siap, anggota keluarga lain dari klien diundang untuk meninjaunya: hasilnya semua sepakat bahwa desain ini mencerminkan sempurna estetika dan karakter klien secara sempurna.

Rolls-Royce Arcadia Droptail sebagai sebuah mahakarya menunjukkan bahwa klien memiliki pandangan yang lebih modern dari yang ia sadari, ditandai dengan perhatian atas cahaya, penggunaan material alami, dan keinginan yang kuat akan ketelitian.

Signifikansinya terletak pada eksekusi yang sangat minimalis dan keterampilan unik para desainer Rolls-Royce Coachbuild dalam memahami sensitivitas dan jiwa individu.

Sumber: www.suara.com

Related posts