Pertamina Dinilai Tepat Tidak Naikkan Harga Pertamax Cs

Musikpedia – Keputusan Pertamina mempertahankan harga bahan bakar minyak non-subsidi di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia dinilai tepat, demikian dikatakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad.

Read More

Tauhid bilang kebijakan Pertamina yang mempertahankan harga Pertamax Cs pada Februari sama dengan Januari lalu menandakan kondisi keuangan BUMN migas tersebut sangat baik.

“Keputusan itu sudah tepat untuk kondisi saat ini,” kata Tauhid di Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Saat ini operator lain di dalam negeri kompak menaikkan harga produk mereka, sehingga harga BBM Pertamina menjadi paling murah di antara seluruh operator SPBU.

Dengan tidak ikut-ikutan menaikkan harga, lanjutnya, menunjukkan peran Pertamina sebagai BUMN untuk menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Selain itu, juga memperlihatkan bahwa kondisi keuangan Pertamina juga sehat. Pertamina, katanya, mampu mempertahankan harga meski minyak dunia saat ini terus meningkat.

Menurut Tauhid, Pertamina tentu memiliki perhitungan yang cermat, sebab review tiga bulanan harga BBM, memang berdasarkan rata-rata harga tertimbang.

Selain itu, efisiensi di Pertamina juga bisa membuat perusahaan lebih efisien sehingga biaya produksi bisa ditekan dan menghasilkan BBM yang kompetitif.

“Harga minyak dunia fluktuasinya memang sangat cepat. Tapi misalnya tren review harga minyak dunia tiga bulanan itu naik, tidak langsung otomatis menaikkan harga di dalam negeri. Jadi, menurut saya, Pertamina juga sudah menghitung termasuk dampaknya ke fiskal kita,” katanya.

Akhir pekan lalu, seluruh operator SPBU menaikkan harga BBM antara lain dipicu tren harga minyak dunia yang terus melejit, sedangkan Pertamina tetap mempertahankan harga jual produknya. Kondisi tersebut, menjadikan harga jual BBM Pertamina semakin paling rendah di antara operator lain.

Untuk RON 92, misalnya, harga Pertamax sekitar Rp 12.950/liter, jauh lebih rendah dibandingkan swasta yang menjual Rp 13.540/liter. Begitu pula untuk RON 95, Pertamax Green tetap dijual Rp 13.900/liter sementara di SPBU swasta dijual seharga Rp 14.200/liter.

Sumber: www.suara.com

Related posts